Habib Luthfi dan relawan Prabowo bantu penyintas banjir Demak
Banjir bandang yang menerjang kota Demak, Jawa Tengah, hingga kini masih menyisakan duka bagi masyarakat yang kini masih tinggal pengungsian. Para penyintas banjir pun masih membutuhkan banyak bantuan untuk kelangsungan hidup di tengah bencana yang terjadi.
.jpg)
Elshinta.com - Banjir bandang yang menerjang kota Demak, Jawa Tengah, hingga kini masih menyisakan duka bagi masyarakat yang kini masih tinggal pengungsian. Para penyintas banjir pun masih membutuhkan banyak bantuan untuk kelangsungan hidup di tengah bencana yang terjadi.
Melihat hal itu, salah satu ulama besar Indonesia, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya bersama Garda Prabowo terjun ke lokasi. Mereka menyebar bantuan sosial untuk para penyintas banjir yang hingga kini masih menjadi korban bencana alam tersebut.
Dalam kesempatan itu, Abah Habib Luthfi meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi bencana yang terjadi. Ia juga menyebut banyak pihaknya yang tergerak untuk membantu sesama.
"Dan untuk bantuan yang diberikan ini adalah tidak ada kaitannya dengan pilpres kemarin, ini murni bantuan dari pak Prabowo," kata Abah Luthfi, Selasa (5/3) kemarin.
Sementara Ketua Umum Garda Prabowo, Fauka Noor Farid, menambahkan, untuk membantu warga Demak, pihaknya menyalurkan 3.000 paket beras untuk warga.
"Kami pilih beras, karena warga sendiri saat ini membutuhkan beras, air bersih dan kasur. Informasi itu kami dapatkan setelah sebelumnya tim melakukan survei terlebih dahulu," ujar Fauka, didampingi Ketua DKD Garda Prabowo Jawa Tengah Agus.
Dikatakan mantan anggota Tim Mawar Kopassus ini, bantuan yang diberikan juga sama sekali tidak ada kaitannya dengan pilpres sebelumnya. Semua diberikan untuk warga yang terdampak banjir bandang dan tidak ada lagi pendukung nomor 1, 2, dan 3, sekarang semuanya sama masyarakat Indonesia.
"Kalau kemarin mungkin ada kaitannya karena masih pemilu, tapi kini sudah nggak da sama sekali, ini murni bahwa pak Prabowo mau membantu masyarakat yang mengalami musibah banjir," ujar pria yang juga merupakan praktisi intelijen.
Fauka menambahkan, bantuan akan terus diberikan secara berkelanjutan dan bukan hanya di Demak, kalau misalnya nanti ada musibah ditempat lain kita akan terjun untuk mengirimkan bantuan.
"Mudah-mudahan apa yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban masyarakat," ujarnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Heru Lianto, Rabu (6/3).
Dilaporkan Elshinta sebelumnya, sebanyak 21 ribu penyintas banjir bandang di Demak, Jawa Tengah, kini hidup di tenda-tenda pengungsian. Stok padi dan bawang membusuk. Bahkan, banjir terdampak pada 4 kecamatan, membuat anak anak tak lagi bersekolah. Penyakit kulit pun mulai menyerang; dan resistensi (daya tahan) mereka mulai melemah.